Guebukanmonyet!

Cinta Sejati

Posted on: September 30, 2007

love.jpgMenurut Thich Nhat Hanh dalam bukunya True Love ada empat elemen cinta sejati di dalam ajaran Budha. Elemen pertama adalah maitri, yang dapat diartikan sebagai kebaikan untuk mencintai. Kebaikan untuk mencintai tidak hanya keinginan tinggi untuk membuat seseorang bahagia, untuk membawa kebahagiaan kepada seseorang yang kita cintai, tetapi maitri adalah kemampuan untuk memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada seseorang yang kita cintai. Karena meskipun niat kita adalah untuk mencintai seseorang, cinta kita bisa saja justru membuatnya menderita.

Elemen kedua adalah rasa simpati, karuna. Rasa simpati bukan hanya keinginan tinggi untuk menghapuskan rasa sakit yang dimiliki orang lain, tapi kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Elemen ketiga adalah mudita, yaitu kesenangan. Apabila tidak ada kesenangan di dalam cinta, maka itu bukan cinta sejati. Apabila kamu menderita setiap saat, apabila kamu menangis setiap saat, dan apabila kamu membuat seseorang yang kamu cintai menangis setiap saat, maka itu bukanlah cinta sejati.

Sementara itu, elemen keempat dari cinta sejati adalah upeksha yang berarti kebebasan. Di dalam cinta sejati, kamu memperoleh kebebasan. Ketika kamu mencintai, kamu membawa kebebasan kepada orang yang kamu cintai. Kamu harus mencintai seseorang melalui berbagai cara sehingga orang tersebut merasa bebas, tidak hanya di luar tapi juga di dalam.

Dalam mencintai, menurut ajaran Budha, yang terpenting di atas segalanya adalah to be there. Sangat sederhana bukan? Sebuah teori yang terdengar sangat mudah sekali, tetapi kenyataannya sangatlah sulit. Sudah berapa kali kamu berada di dalam kondisi dimana tubuh kamu disitu tapi pikiran kamu melayang entah kemana? Di dalam kehidupan sehari-hari pikiran dan tubuh kita memang jarang menjadi satu. Misalnya, kamu sedang berbicara dengan seseorang yang sangat kamu kasihi, Ia sedang menceritakan kesedihan batinnya dan Ia ingin kamu mengerti serta merasakan apa yang Ia rasakan. Sementara itu kamu pura-pura mendengarkan, padahal pikiranmu melayang memikirkan tentang banyaknya tugas dari kantor yang harus diselesaikan. To be there memang tidak mudah, dibutuhkan latihan, kesabaran, dan konsentrasi yang tinggi.

Ada latihan sederhana yang dapat kamu lakukan untuk mengasah kemampuan kamu untuk memiliki mindfulness, yaitu kesadaran tingkat tinggi sehingga kamu bisa selalu berada disana (being there). Caranya adalah tempatkan dirimu di dalam kondisi yang tenang dan pejamkan kedua matamu, lalu mulai lakukan meditasi pernapasan. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan lalu katakan ini di dalam hati, “Aku tahu aku sedang menarik napasku.” Kemudian hembuskan napas secara perlahan, dan katakan ini di dalam hati, “Aku tahu aku sedang menghembuskan napasku.” Apabila kamu melakukan latihan ini dengan konsentrasi yang tinggi maka kamu dapat benar-benar being there.

Konsep dari being there adalah bagaimana kamu benar-benar menghargai keberadaan orang-orang yang paling kamu sayangi apa adanya. Being there adalah mencintai seseorang dengan tulus tanpa ada syarat dan tanpa ada embel-embel. Mencintai seseorang dengan being there tidak membutuhkan uang yang banyak atau hadiah yang mahal, yang perlu kamu lakukan adalah pandang kedua matanya dan katakan, “Aku tahu kamu ada disitu dan aku sangat bahagia karenanya.”

40 Responses to "Cinta Sejati"

Cinta sejati.. Mudah di teori, sukar di praktek.. Sangat didamba, susah diraih.. Oh cinta sejati, dimana dikau bersembunyi???

nice article…om tasa……
sangat2 menarik untuk dipraktekan…
semoga dengan “being there” kita dapat menemukan cinta sejati kita ya…….

true luv is just 4 our family right???others cant give it to u…
but ur research is so nice!!!!!

Cinta Sejati,
dimana kebohongan sudah tidak ada lagi dalam percintaan,
bukan hanya dalam konteks manusia dengan manusia tapi manusia dengan Tuhannya.

Hello Tasa, penjelasan yang baik dan perspektif yang berbeda pula, sangat menarik.

Banyak orang lupa bahwa cinta dimlai dengan kata “jatuh” dan diikuti kata “cinta” begitu juga dalam bahas Inggris “fall in love”. Jika dilihat dari sisi ini, maka para “lover’ mestinya tahu dan siap menerima apa yang akan terjadi dalam peristiwa jatuh cinta, yaitu sakit atau “pain.” Mengapa tidak? Bukankah jatuh itu menyakitkan?

Your blog is in Bahasa,and no comments from Jurno…it is quite boring…bring on a new one.. how are your (our) gurls as friends..-heeee…

Very impressive description. Thanks for sharing. I wish you the best love you can get.🙂

There are times where I feel like the author is an emotionless, yet sharp writer. Many of his articles are based on a profoundly logical arguments.

But this time the author touches on something different. It’s not one of those “straight from the heart” articles, but it ‘s one “about the heart”… well, maybe it is something straight from the heart, i.e. that the author’s in love. haha.

Anyways, a very interesting perspective on the whole idea of love. The four-letter element is perhaps one of the most complex concepts.

This article says that a lot of people think that willingness to love is enough. It’s not. Although John thinks that he’s willingness to love Jane is a big as a mammoth, unless Jane feels a little spark of butterfly, then such love is untrue.

This is what makes love such a complex thing. One can run across the universe to prove how much that person love the other, and yet, the other may think that such sacrifice is just not enough for one reason on another.

Don’t we all just wish that love is as simple as 1+1=2?

Cheers.

Journos,
Big thanks for writing ur comment in English..As usual ur comment is always different perspective…Let me copy some stuffs and send to my friends..Love is soo simple, just 1+1…but it is very complex..

Beni Bevly: analisa tentang kata “jatuh” dan “cinta” anda menarik. Tapi sepertinya anda itu sangat skeptis terhadap kata cinta sendiri.

Memang, apabila anda melihatnya dari perspektif yang sedikit negatif, “jatuh KARENA cinta” itu menyakitkan.

Tapi apabila anda melihatnya dari lensa yang lebih optimis, dan mungkin lebih mendekati arti kata cinta.. jatuh cinta itu asalnya lebih ke arah jatuh KE DALAM cinta, dengan catatan bahwa cinta itu sesuatu yang menyenangkan, apabila berhasil ditemukan.

Namun apa yang perlu kita catat, jatuh ke dalam cinta sendiri sangat tidak eksak dalam hal kedalaman. Bisa saja kita jatuh ke sumur yang sangat dalam, namun gagal menemukan cinta.

Jadi, untuk mengatakan bahwa jatuh cinta itu sakit adalah pernyataan yang, bisa benar dan bisa juga salah…

Semoga bung Beni suatu hari nanti bisa JATUH KE DALAM CINTA… =)

A simple yet thoughtful food for thought about this thing we call l.o.v.e. All these 4 basic elements of love simply remind us that: to truly love, the act of give and take doesn’t and shouldn’t happen only on the surface.

To love is not simply giving our significant others what we want to give them (keyword: want); it’s not just providing them with what we think they need (again, keyword: think).

It is providing them with the necessities for their needs; also it is delivering our intentions and actions to suffice them with those additional grandeurs of joy, happiness, compassion, and affection. And since love is a two-way relationship, we must always try to complete one another.

The concept of being there answers this love conundrum. By being there, you will empathize, listen, and appreciate the presence of your loved ones. No pretense, just pure attention and affection. I think completes the 1+1 equation.

ps. what a punch line, haha hopeless romantic banget =)

Good, I read some English here. Thanks, DeJong.

So I guess it is petmitted to add an English quote on the subject of love:

“If certain wise thinkers have given a nod of approval to love, they have been careful to draw distinctions between its varieties, in much the way that doctors counsel against mayonnaise, but allow it when it is made with low-cholesterol ingredients”.

(Alain de Botton: On Love, 1993)

Colson: no problem.

I’d like to add a favorite quote of mine too on love that I think spices up the whole idea of this article:

“Love isn’t finding a perfect person. It’s seeing an imperfect person perfectly.”

(Sam Keen)

Perfection is imperfect indeed.

Thanks Qzink, nila, stav, Cep Otsmar, Zulfi, and Jennie for commenting, it seems like you’re all falling in love🙂 Good then.

Nice one from Bung Bevly, saya setuju kalau ingin mencintai seseorang dengan tulus maka kita harus siap untuk berkorban dan menderita, yah memang cinta itu tidak selalu penuh dengan tawa dan canda.

Journos, I’m always in love you know that man, hehe. Life’s too good to be wasted. Jatuh di dalam cinta saya kira sama saja, itu berarti kita semua harus siap-siap untuk mau berkorban dan menderita untuk orang-orang yang kita cintai. Kalau kita hanya cinta di saat bersenang-senang dan menjauh ketika Ia kesulitan maka itu bukan cinta sejati.

Dejong: Nice one girl, I’m proud of you. That’s a good one, giving a true love to someone has to be a two-way system, what we think is good for someone may not be good for that person. So we need to see things from her or his perspective. You may want to read this article. And that’s a nice quotation, “Love isn’t finding a perfect person. It’s seeing an imperfect person perfectly.”

Colson: Thanks for the quotation, kinda hard to absorb though, hehe.

Waduh2 aku aja yang agama Budhis nggak tau tentang hal itu. Jadi malu.😦
Oh ya katanya kan kalau mencintai orang harus memberikan kebebasan itu baru namanya cinta sejati.
BTW aku nggak gitu lho, justru cenderung mengekang!
*lho kok curhat disini?*😉

menarik…. menarik….
Tapi banyak sekali anak muda sekarang yang salah mengartikan cinta. Mereka menganggap cinta sejati adalah memberikan segalanya untuk pasangannya. Meskipun belum menikah, mereka sering melakukan free sex dengan pasangannya hanya untuk membuktikan cinta mereka. Bagaimana pandangan bung Tasa tentang ini??

Evelyn: Kok mengekang? Hehe. Kalau dalam konteks positif sich tidak masalah yah, asal tidak berlebihan. Too much of everything is not good. Gak papa loch kalau mau curhat, hehe.

Junjung: Isu ini memang sangat menarik untuk dibicarakan, tidak ada habisnya. Saya kira bentuk cinta seperti itu salah kaprah, tapi sebenarnya wajar di kalangan remaja yang euforia ketika baru merasakan “cinta” dengan lawan jenis. Praktek seks sebelum menikah yang dilandasi oleh cinta jelas bukan cinta sejati, itu cinta yang dibuat-buat. Betul kan?

evelyn pratiwi yusuf // Oct 5th 2007 at 1:40 pm

Waduh2 aku aja yang agama Budhis nggak tau tentang hal itu. Jadi malu.
Oh ya katanya kan kalau mencintai orang harus memberikan kebebasan itu baru namanya cinta sejati.
BTW aku nggak gitu lho, justru cenderung mengekang!
*lho kok curhat disini?*

Wah, Mba jangan dikasih kebebasan nanti kebablasan,

Cep kurang sependepat,
Mungkin Cinta sejati dapat diraih dengan adanya kesepakatan tertentu dalam meraih cinta tersebut. bukan berarti kebebasan.. jangan sampai ya mba… enak di dia ngk enak di Mba dong…

Budha is right on target about “to be there”. Contoh yang cliche buat student atau mantan student kayak kita2 nih, misalnya kalo kita lagi duduk di kelas. You can hear the lecture but your mind is about 10 miles somewhere else.

Cep: Kebebasan itu penting, tapi kebebasan yang terarah dan tidak membabi buta. Too much of everything is not good.

Aron: Whaha, kayaknya elo banget tuh?

oh gitu ya?! yang Tasa tulis saya kira selama ini adalah komitmen hehe:mrgreen:

cinta cuma perasaan dalam hati, tindakan untuk menyampaikan cinta tersebut adalah komitmen. begitu yang saya pahami selama ini, tapi itu untuk orang yang udah married apa ya?!

intinya sih saya setuju ma artikel ini😀

menurut gw cinta sejati adalah cinta yg rela berkorban, setia,tulus, tanpa pamrih, dan menerima org apa adanya.

cinta sejati ga harus cinta eros ( cinta antara cowo cewe), tapi bisa juga cinta sama Tuhan,keluarga dan teman.

menurut gw cinta juga ga rasional dan tak ada logika.. ( ngikutin Agnes Monica)

tapi sebuta dan segila apapun itu, namanya juga cinta…

Cinta sejati itu teori dan konsep.
Hanya saja tahap implementasinya yg begitu rumit.

Yonna: Yah, masukan yang sangat bagus Mba Yonna. Sepertinya Anda lebih berpengalaman secara sudah berumahtangga. Komitmen memang sangat penting sekali, menjalankan komitmen bukan hal yang mudah karena dibutuhkan konsistensi tingkat tinggi.

Sherry: Bisa jadi cinta itu tidak rasional dan tidak logis, seperti orang bilang bahwa cinta itu buta. Tapi, saya lebih mendukung kalau cinta tidak pernah buta tapi manusialah yang membutakan cinta.

Tyo: Benar, sangat rumit. Hehe.

Cinta sejati … menurut gw adalah cinta yang yang tulus, ikhlas, dan pastinya cinta yang didasari semua karena Allah.
Kalo ngga mana mungkin rasa itu bisa ada?
Cinta sejati, berarti cinta orang2 bahagia tuh !!
Jarang-jarang orang punya zaman sekarang.
Menurut artikelnya juga sih, gw kasih pendapat kaya’ gini. BTW, Thanx ya Mas Tasa !!!
Udah di Add FS punyaku, dan sekarang sudah di Approve … Salam Kenal !!!

Boleh numpang cerita…? Dan maaf jika kaya cerpen, kebetulan gw lagi nulis mengenai orang tua gw dan terus nemuin blog ini

Cinta sejati itu adalah sebuah cinta sederhana yang mungkin gak mengenal kata-kata romantis untuk diucapkan, gak ngerti sejuta puisi untuk di deklamasikan, hanya mengenal sebuah pemberian tulus tanpa pengharapan apapun untuk orang yang dicintainya. Dan cinta sejati itu gw lihat di orang terdekat gw, yaitu orang tua gw.

Semuanya ber-awal waktu gw lihat bokap-nyokap gw berantem, tapi ketika bokap pulang kerja nyokap tetap nyedia-in segelas air minum untuk bokap, dan ketika bokap mo makan nyokap tetap nemanin bokap makan, nyendokin nasi, ngambilin sayur dan lauknya, meski kondisinya diem-diem an. Akhirnya gw nanya ke nyokap, waktu itu gimana sih cerita-nya sampai akhirnya mereka bersatu…? Lalu mulailah nyokap cerita…

“ Dulu kami bertemu di matraman manggarai, Bapak-mu tinggal berdekatan dengan ibu ( maksudnya bapak numpang tinggal di tempat kakak-nya dan ibu numpang tinggal di tempat kakak-nya yang kebetulan berdekatan, cuma beda dua rumah doank ). Pertama kenal bapak, ibu tuh gak suka sama bapak karena bapak norak. Kalo pake baju senengnya yang nge-jreng, warna merah, kuning, ijo, orange, gak pernah bapak pake baju yang warnanya kalem-kalem ( dalam hati gw ketawa… ternyata bapak gw norak, pantes anaknya kadang-kadang suka norak juga. He…he…he… ). Tapi karena pdkt-nya bapak gencar akhirnya ibu luluh juga, dan mulailah kami pacaran.

Namun gak semuanya berjalan lancar dan indah, begitu juga masa pacaran kami. Karena ibu jelek ( waktu kecil, ibu pernah demam tinggi dan karena saat itu pelayanan untuk orang sakit hampir dibilang gak ada di desa ibu jadi ibu di obat-in pake obat-obat an tradisional. Ketika sembuh bibir ibu gak simetris, yang atas lebih miring, dasar itulah yang menjadikan penilaian bahwa ibu jelek ), keluarga dari bapak menentang hubungan kami. Bentuk penentangan itu banyak, kadang bapak dipukul sama pak de-mu lalu yang paling sering adalah baju bapak dibuang ke selokan sama bude-mu kalo ketahuan bapak habis pergi sama ibu. Namun semua hal tersebut gak menyurutkan cinta bapak ke ibu, bapak tetap nekad memacari ibu, kadang ibu suka nangis kalo ngeliat semua penderitaan yang dialami bapak.

Singkat cerita akhirnya kami bisa juga menikah. Sehabis menikah, cinta kami tetap menjalani ujian. Sepulang dari menikah di kampung, bapak di pecat dari pekerjaan-nya ( waktu menikah bapak cuma dapet izin 1 minggu tapi dia mangkir lebih dari 1 minggu, dalam hati gw ngomong, “ jadi jangan salahin kalo anaknya suka bolos kerja “ ) dan karena kami mengontrak di rumah yang gak seberapa besarnya, saudara-pun banyak yang tidak mengakui keberadaan kami. Hanya segelintir yang mau singgah ke kediaman kami. Bahu membahu kami menjalani ujian yang diberikan kepada kami, hingga akhirnya kami bisa seperti yang sekarang kamu kenal.

Sekarang… setelah semua yang diberikan bapak ke ibu, sudah sepantasnya jika ibu pun melakukan hal yang serupa ke bapak. Ibu gak seperti anak-anak muda zaman sekarang yang bisa ngasih ke pasangannya macem-macem bentuk materi, yang ibu tahu ibu harus mengabdi ke bapak sebisa ibu. Ibu harus jadi kaki-nya bapak ketika bapak udah gak kuat melangkah, trus ibu juga harus jadi mata-nya bapak ketika bapak udah gak bisa lagi melihat ( kalo yang ini udah gw edit kata-katanya , jadi kesan nya biar agak romantis ). “

Setelah nge-denger cerita ibu, gw bilang dari hati gw bahwa inilah cerita cinta yang tiada dua-nya dan benar-benar sebuah cinta sejati. Mereka tidak dibumbui oleh kata-kata indah dan tidak di dramatisir, karena memang begitulah adanya. Dan yang paling gw suka banget adalah perbuatan ibu yang tetap setia melayani bapak meski dalam keadaan marah. Hal yang jarang banget gw temui di wanita-wanita modern saat ini. Ketika suaminya marah, si wanita malah ikutan marah lalu pergi menjauhi suaminya.

@Tasa
hehe thanks🙂

asli, saya gak gitu ngerti ma esensi cinta sejati…kalo baca lirik lagu cinta, cinta sejati digambarkan begitu indah dan mbikin ngiler para jombloers😆 padahal semua poin yang ditulis di artikel ini adalah suatu tindakan yang harus dilakukan ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang, begitu menurut saya loh?!🙂

Saat mencintai berarti kita menyanggupi untuk nerima dia apa adanya, bersyukur atas segala kelebihan yang dimilikinya, bersabar menghadapi kekurangan dirinya, bertanggung jawab memenuhi kebutuhannya, memberikan keinginannya (sesekali jangan sering2 tapinya), menyukai apa yang dia suka, memberikan apa yang disukai dan tidak memberikan hal yang tidak dia sukai, menolongnya saat dia susah dan butuh pertolongan, mengingatkan di saat dia khilaf, lupa dan salah. Ngeri kayanya ya?!:mrgreen:

Kalo dirasa ngeri, ingat aja kalo ada orang lain yang rela berbuat demikian untuk diri kita yaitu ortu, sodara kandung, pasangan hidup. They are natural obligations for a responsible and normal human being who wants to live normally….salam🙂

ternyata …🙂

mank d dnia nE da cnta sjati y?
bkan’a q nyalahin yang d blang ma tasa?but,,
mnrut q,cnta cma bZa bkn q skt?krna cinta,bkn q sdih terz?pa tu karna q lum nmuin cnta sjati q,y?
pa cnta itu sbnr’a indah?knp q 9x d ksih cnta yang indah?pa mngkin,q mank 9x panteZ tuk jtuh cnta?
9mN dund….????
bsa 9x,bntuin q…???
pliiiiiiiiiiizz………..????????

pAda c0mBon9 bHgdt mA sN-dhIe…!!!!
thnXXXXXXzzz…!!!!!

Touching article, Tasa.
I’ve always loved the concept of love myself. Without selling it out.

cinta sejati itu emang perlu dicari dan harus ada usaha dan do`a donk. Nggak mungkin hanya nunggu kedatangannya aja. ya kayak kita main jalangkung, kita yang manggil dan akhirnya perginya dengan sendirinya. Tapi kalau awalnya emang cinta sejati nggak bakal kemana kok. Meskipun dibuang2 atau dicuekin pasti bakal balik lagi. itulah cinta sejati yang biasanya penuh dengan tantangan hidup buat ngejalaninnya. Jadi harus penuh usaha dan do`a untuk mendapatkannya.

Mang pada beda2 ya mengartikan cinta, kalo menurut aku cinta -> cinta antar sesama tu dapat saling memahami, mengerti, menerima segala kekurangan dan menyikapi dengan bijak segala kelebihan, menyayangi, merasakan, saling melengkapi dan mengisi apa yang seharusnya.
Dan cinta sejati, cinta Tuhan terhadap hamba-Nya begitu juga sebaliknya.
sN-dh!e: Nafas yang diberikan Tuhan sampai saat ini termasuk cinta juga lho. Kalo sN-dh!e mang pernah dikecewakan oleh “seseorang”, anggaplah tu sebagai pelajaran hidup buat kita dan beruntunglah bahwa Tuhan masih menunjukkan kpd sN-dh!e bahwa “seseorang” yang “mengecewakan” sN-dh!e itu mungkin bukan orang yang terbaik buat sN-dh!e. Peace…\/
It’s just my opinion…

cinta dengan sepenuh akal budi dan hati.
rasional dan penuh perasaan.

cinta sejati….dimana kah engkau berada🙂

Cinta sejati itu memang ada!

Faldhan
http://cintasejati.net/?id=bisnis

cinta sejati…..apa ya….sulit didefinisikan. Yang pasti cinta sejati adalah dimana kita mencintai dan dicintai secara tulus dari hati…..gubrak puitis banget yach????
tapi cinta sejati sulit untuk ditemukan untuk zaman karang,bener gax?

aku telah menemukan cinta sejatiku,,,,namanya ardiles,,,,aku mencintainya,,,dan akan slalu mencintainya,,,

gw masih mencari cinta sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Read My Articles on

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

About Me

guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. He's a free man with unique thoughts and dreams. He sees his life and this world differently from anyone else. That's because he knows what he wants; and for that reason he doesn't want to be the same. Read why he blogs, here.

Contact Me

guebukanmonyet@gmail.com

Categories

Copyright©2009

All articles and essays were written by guebukanmonyet. Before commenting remember that Life Accepts Differences.
%d bloggers like this: