Guebukanmonyet!

Tiga Elemen Penting

Posted on: July 19, 2007

Setiap manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial. Apa sich makhluk sosial itu? Kalau kata guru SD saya manusia adalah makhluk sosial berarti setiap manusia tidak bisa hidup sendirian alias setiap manusia perlu manusia lain untuk hidup. Apakah benar demikian? Tentu.

Manusia mungkin memang ciptaan Tuhan yang paling spesial tapi manusia juga adalah ciptaan Tuhan yang paling rentan dan tidak mandiri. Coba bandingkan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya, binatang misalnya, yang tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk bisa hidup tanpa bantuan orang tua mereka.

Manusia selalu membutuhkan manusia lain untuk berinteraksi baik secara fisik dan non fisik. Setiap manusia selalu butuh bantuan manusia lain untuk melancarkan segala tujuan dalam hidupnya. Kita butuh orang lain untuk mengangkat meja di dalam rumah kita yang terlalu berat untuk diangkat sendirian atau mungkin untuk memperbaiki mobil kita yang selalu ngadat setiap kali mesin akan dihidupkan. Kita sebagai manusia juga butuh orang lain untuk mencurahkan perasaan kita ketika bahagia atau sedih. Kita memang tidak bisa hidup sendirian.

It’s all about relationship. Lalu apa yang dapat membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi begitu luar biasa? Menurut saya ada tiga elemen dasar yang harus kita miliki untuk membuat hubungan sosial kita dengan orang tua, saudara, pacar, istri, atau teman menjadi benar-benar terasa begitu indah:

  1. Cinta (Love). Apa lagi? Apa lagi yang lebih penting dari rasa cinta? Anak ABG yang sedang pacaran monyet pun tahu kalau cinta itu penting, “Aku cinta kamu.” Tapi cinta seperti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam menjalin hubungan dengan orang yang kita sayangi? Cinta yang paling sempurna sudah pasti cinta yang tidak mengharapkan balas atau unconditional love. Tapi dengan segala keterbatasannya tampaknya tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang mampu menerapkan 100% cinta tanpa balas di dalam hidupnya. Hanya Tuhan yang mampu memberikan cinta tanpa balas: Matahari selalu menerangi bumi dan memberikan energi selama beribu-ribu tahun kepada milyaran umat manusia tanpa pernah meminta biaya sewa. Tapi walau hampir tidak mungkin menerapkan cinta tanpa balas secara sempurna minimal kita bisa mempelajari konsep dasarnya dan mencoba menerapkannya ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya memiliki sebuah analogi yang dulu selalu saya gunakan untuk menjelaskan cinta tanpa balas kepada teman-teman saya: Misalkan Anda memiliki sebuah burung yang memiliki bulu yang indah dan suara yang aduhai. Suaranya begitu merdu dimana setiap kali Anda mendengarkannya hati Anda menjadi begitu damai dan tenang. Anda begitu mencintai burung tersebut dan Anda tidak rela kehilangannya sehingga suatu saat Anda memutuskan untuk memberi burung Anda sebuah sangkar emas. Anda yakin bahwa sangkar emas akan membuat burung Anda bahagia karena bentuknya yang begitu indah dan menawan. Tapi apakah sebuah sangkar emas adalah yang diinginkan oleh burung Anda tersebut? Coba lihat kebahagiaan dari sudut pandangnya, ternyata Ia ingin terbang bebas di angkasa. Kata kuncinya adalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, tidak melulu dari sudut pandang kita pribadi.
  2. Rasa percaya (Trust). Saya pernah memiliki seorang teman yang sedang jatuh cinta, Ia baru saja jadian dengan seorang gadis yang baik, pintar, dan cantik. Ia seringkali bercerita kepada saya betapa Ia mencintai pacarnya tersebut, “Gue sayang banget ama cewek gue nich.” Namun teman saya itu ternyata adalah seorang yang sangat pencemburu, Ia sangat takut pacarnya direbut oleh orang lain. Setiap kali pacarnya berpergian teman saya selalu menginterogasi dengan beribu macam pertanyaan seperti, “Pergi kemana?” “Sama siapa aja?” “Udah dimana sekarang?” Pada awalnya pacarnya merasa dilindungi tapi lama kelamaan Ia merasa begitu tertekan karena tidak memiliki kebebasan. Pernah suatu ketika saya bertanya kepada teman saya tersebut, “Emang lo gak percaya ama cewek lo segitunya yah? Jadi kalau lo tidak membatasi dia begitu ketat lo beranggapan dia pasti selingkuh donk?” Pertanyaan yang tepat, apabila kita membatasi ruang gerak pasangan kita begitu ketat dan selalu menaruh rasa curiga berarti sama saja kita memiliki asumsi bahwa apabila kita tidak “menjauhkan” pasangan kita dari laki-laki atau perempuan lain Ia serta merta akan selingkuh. Teman saya menjawab pertanyaan tersebut dengan berkata bahwa hal itu dilakukannya semata-mata karena Ia terlalu sayang kepada pacarnya. Dua bulan kemudian mereka putus. Menjalin sebuah hubungan sosial dengan orang lain sama saja dengan aktivitas lain di dalam hidup ini, selalu ada faktor ketuhanan (spiritualitas) yang terlibat di dalamnya. Menerapkan trust dalam hidup sama saja dengan mengeluarkan kemampuan terbaik yang kita miliki dan memberikan jawaban atau solusi terakhir kepada Tuhan. Buku berjudul “There’s A Spiritual Solution to Every Problem” karangan Wayne Dyer memberikan saya pemahaman itu dengan menyebutkan bahwa apabila kita ingin melakukan hal-hal yang baik dan mulia dalam kehidupan ini jangan pernah ragu, karena pada akhirnya semua adalah antara kita dengan Tuhan dan bukan antara kita dengan dia (orang lain).
  3. Komunikasi (Communication). Ketika Peter White masih menangani timnas sepak bola Indonesia Ia selalu mengeluhkan kurangnya komunikasi di antara para pemain Indonesia. Para pemain timnas cenderung tidak banyak berbicara di dalam lapangan, mereka diam. Peter White melihat kondisi ini adalah sebuah kelemahan yang sangat mendasar dan harus dibenahi apabila timnas ingin menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang ditakuti di kawasan Asia. Peter White kemudian memberikan contoh bagaimana para pemain sepak bola kelas dunia selalu berbicara kepada sesama pemain ketika sedang bertanding bahkan kalau perlu mereka berteriak. Kalau para pemain sepak bola saja membutuhkan komunikasi yang baik untuk berprestasi apa lagi dalam membina hubungan sosial dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan apabila Anda memiliki rasa cinta (love) yang begitu besar dan rasa percaya (trust) yang begitu tinggi tapi tidak mampu mengkomunikasikannya, semua usaha Anda menjadi percuma. Berkomunikasi tidak selalu melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita (verbal) tapi seringkali strategi komunikasi yang paling berhasil adalah tanpa kata-kata tapi melalui gerak tubuh atau body gesture (non verbal). Gerak tubuh (gesture) akan menjadi lebih sempurna apabila dibarengi dengan rasa simpati untuk mencoba merasakan apa yang yang dirasakan oleh orang lain: buka mata dan hati Anda.

Cinta dan rasa percaya adalah isi atau produk aslinya sementara komunikasi adalah pembungkus atau packaging-nya. Ketiga elemen tersebut saling membutuhkan satu sama lain sehingga apabila satu elemen hilang maka keindahan sebuah hubungan sosial antar manusia pun akan berkurang. Ketiga elemen tersebut bukan saja untuk diberikan kepada pacar atau istri kita tapi orang tua, saudara, teman, atau bahkan teman sekantor memiliki hak untuk mendapatkan tiga elemen tersebut dalam bentuk dan proporsi yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan peran mereka masing-masing di dalam hidup kita. Mari jadikan hidup ini begitu indah.

18 Responses to "Tiga Elemen Penting"

ini posting ttg cara2 menjalin percintaan ya??😛

Bisa dibilang begitu bisa juga tidak. Yach, pokoknya gitu dech🙂

Excellent post!
I think it’s your best entry yet!

It was an enjoyable read. thx!

Thank you Yunir. Then I’d say you’re pretty much a romantic man🙂

Very nice, Tasa, very nice.😉 It speaks a lot to me.

Well, I’ve got not a ghost of an idea what your post is about. I’m sorry. I should take some courses on Bahassa Indonesia…

But at least I could read the ad for the book of that guy Dr Wayne W. Dyer – mind you: the second W. is sóóó American. It made my day.

I only wish my good old friend Jacques – his business went broke the other day, by the way – would have bought his book. For less than € 42 – o boy, sóóó American – Jacques would have known that he doesn’t have any problems but only thinks he has.

Mister double-u double-u is an optimist and upbeat man. Very, very. He tells us: all of your problems are just between your ears. So think positive and you will find a spiritual solution for all of them. My God, sóóó American.

The great thing about the US is this spirit of apparently naive and at the same time pragmatic commercial optimism. But the flipside of the attitude is that it often is gross and an insult to rationality. It is, in short, what I admire and despise in the mainstream American culture.

akhirnya setelah ditunggu2.. heheh..

post yang menarik, khususnya buat point ke-2 dan ke-3.. setuju ama yunir, it was an enjoyable reading..

trus bagaimana dengan sense of belonging? (entah belonging ke sebuah keluarga, g’e’ng ato apalah)
mungkin masuk ke cinta kali yah..

jennie: Thank you mba🙂

Colson: Well, you might want to ask you daughter-in-law to translate it for you. The article basically tells that there are three main elements in making a social relationship so wonderful: love, trust, and communication. So simple. Well, that’s why we love America so much, don’t we? Because they are always optimistic.

Yuki: Thanks dude. Yes, sense of belonging may be part of love too. Nice thought🙂

wow.. postingan yang menarik. maaf baru ke sini (again). salam kenal!

Most Americans are optimistic, which is a nice generalization. Quite uplifting.🙂

hai hai.. salam kenal, mampir dari tempat ule.
postingannya pas banget😛
thanks yah🙂

selalu ada cinta utk sesama🙂

Ule: Hi Ule, thanks for visiting my blog.

Jennie: Yes Mba you are right. Although sometimes they are too optimistic though.

Virzh4: Hai salam kenal juga yah. Nice knowing you.

Andi: Setuju, love is always there for us.

setuju…om tasa…nice posting….:-)

LOVE – TRUST – COMMUNICATION

ga mudah emang ya…kalo ga dibarengi dengan ke – Ikhlasan………

banyak faktor juga yg membuat 3 elemen itu ga jalan….
kuncinya…”ada di dalam HATI”

Very Agree deh mas Tasa

Nila & Yeny: Thank you buat apresiasinya. Yeah, life is not that hard sebenernya. Setuju kalau rasa ikhlas sangat dibutuhkan untuk melancarkan ketiga elemen tersebut, ikhlas masuk dalam elemen Trust seperti yang disebutkan di dalam artikel.

Nice article Tasa!!!I’m AN from your facebook…
😀

thanks atas infonya,sebenerx ke3 elemen tuch dapat berjalan tergantung dari masing2 pribadi.gk guys

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Read My Articles on

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

About Me

guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. He's a free man with unique thoughts and dreams. He sees his life and this world differently from anyone else. That's because he knows what he wants; and for that reason he doesn't want to be the same. Read why he blogs, here.

Contact Me

guebukanmonyet@gmail.com

Categories

Copyright©2009

All articles and essays were written by guebukanmonyet. Before commenting remember that Life Accepts Differences.
%d bloggers like this: