Guebukanmonyet!

Tangkap dan Gantung Si Kancil!

Posted on: June 4, 2007

Pada hari Jumat beberapa minggu yang lalu seperti biasa saya menunaikan ibadah sholat jumat. Setelah sekian lama tidak pernah mendengarkan ceramah jumat yang berkualitas dan berbobot, akhirnya pada hari itu saya mendapat kesempatan untuk menikmati siraman rohani yang lugas, cerdas, dan tidak ketinggalan jaman.

Ada beberapa materi yang dibahas oleh penceramah tersebut, salah satunya adalah analoginya yang menjelaskan mengapa Indonesia menjadi negara yang tertinggal dari negara-negara lainnya. Ia memberikan contoh bagaimana Jepang mampu menjadi sebuah negara yang sangat maju walau harus hancur lebur setelah perang dunia ke-2. Seperti yang kita semua tahu, negara Jepang mengalami kekalahan luar biasa di perang dunia ke-2 yang ditandai dengan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh pihak sekutu. Menurutnya, alasan utama mengapa bangsa Jepang mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi paling ditakuti di dunia saat ini adalah karena mereka memiliki budaya atau karakter yang kuat. Ia mencontohkan bagaimana anak-anak kecil di Jepang selalu didongengkan sebuah cerita tentang raja yang dikutuk menjadi katak. Si katak terkutuk harus mampu naik keatas sebuah batu besar agar menjadi raja lagi, padahal batu tersebut sangat besar dan tinggi. Katak berusaha berulang-ulang, ketika ia jatuh dan terlempar ia akan meloncat lagi, lagi, dan lagi. Katak tidak mengenal lelah dan tidak pernah putus asa hingga lama kelamaan kedua kakinya menjadi kuat dan lebih lentur, dan akhirnya ia pun mampu naik ke atas batu dan menjadi seorang raja lagi. Masyarakat Jepang sedari kecil selalu diajarkan untuk tidak pernah lelah dalam memperbaiki diri. Anak-anak di Jepang selalu diajarkan bahwa mereka dapat menjadi apa saja yang mereka mau asalkan mereka fokus dan terus berusaha dalam mengejar impian mereka.

Lalu penceramah bertanya, “Cerita apa yang anak-anak Indonesia dapat?” Sudah pasti jawabannya Si Kancil. Lalu apa kerjanya Si Kancil? Yah, Si Kancil adalah seorang binatang “cerdik” yang kerjanya mencuri timun dan selalu menyusahkan Pak Tani. Anak-anak Indonesia sedari kecil sudah dicuci otaknya bahwa mencuri milik orang lain bukan hal yang tidak baik, tapi justru cerdik. Mungkin saja ini bisa menjadi alasan mengapa negara ini tidak pernah lepas dari kasus korupsi yang menggerogoti uang rakyat karena masyarakat kita tidak suka berusaha keras dan lebih suka memilih jalan pintas untuk memperoleh kemauannya. Maka tidak heran apabila beberapa bulan lalu pemerintah kita dengan bangga berkata, “Kita mengalami kemajuan, kita bukan bangsa terkorup. Kita hanya nomer dua terkorup di Asia.”

Saran saya: Tangkap dan Gantung Si Kancil!

23 Responses to "Tangkap dan Gantung Si Kancil!"

*sigh*…….
dongeng sebelum tidur itu ternyata pengaruhnya besar banget ya? di dengungkan saat anak2 beranjak tidur…terbawa mimpi…tertanam dalam benak yg paling dalam….berpengaruh pada perkembangan jiwa sampai kita dewasa…….

Kasian si kancil……bukan salah dia…dia cuman obyek penderita yg diciptakan seorang story teller…..

semoga di masa datang…..si kancil yang cerdik dapat berubah …..menjadi si kancil yag cerdik dan mempergunakan kecerdikannya untuk BERJUANG di jalan yang benar mendapatkan semua keinginannya….

apa kabar om TASA?
tx buat supportnya selama aku semedi……:-)

Wow, aku setuju dengan Tasa, “… akhirnya pada hari itu saya mendapat kesempatan untuk menikmati siraman rohani yang lugas, cerdas, dan tidak ketinggalan jaman.”

Semenjak aku tinggal di San Francisco Bay Area, aku tidak pernah mendengar khotbah dari pemimpin agama yang bermutu seperti ini. Ini juga salah satu sebab yang membuat aku lebih baik ketempat lain dari pada mendengarkan mereka. Aku terbiasa mendengarkan knotbah dari pemimpin agama di Universitas Indonesia, mendengar hal melempeng di sini, sangat mengecewakan.

Bukankah kita juga punya legenda/cerita yang gagah perkasa dan positif. Masalahnya bagaimana menghidupkannya dan dijadikan konsumsi yang menyenangkan bagi para orang tua dan anak mereka.

Beni Bevly
http://www.overseasthinktankforindonesia.com/

Secara pribadi saya sangat suka dengan kata-kata “Tangkap dan Gantung si Kancil”…perumpamaan si Kancil sebagai Maling kelas kakap (baca:koruptor) di negeri ini sudah sangat cocok dan sesuai…Kancil adalah binatang cerdik, yang mempunyai naluri ke”cerdik”an yang hampir sama dengan koruptor. Dalam dongeng, Kancil diceritakan dapat dengan mudah mengelabui tokoh dalam cerita, baik Pak Tani maupun Buaya dan parahnya Kancil juga dapat dengan mudah membuat sebuah opini publik (pembaca) bahwa yang dilakukannya sah-sah saja. Jadi yang ingin saya sampaikan adalah Kancil selain pintar dalam mencuri dan mengelabui, dia juga pandai membuat opini publik bahwa yang dilakukannya adalah benar. Dan jika kita tarik garis lurus ke depan (saat ini), kelakuan kancil hampir sama dengan koruptor. Banyak koruptor di negeri ini yang sekarang hidup dengan sangat mewah menikmati hasil korupsinya, seperti kancil menikmati timun Pak Tani. Dan saya sangat percaya jika para kancil di negeri ini ditangkap dan digantung, seperti maling sandal shalat Jum’at dibakar…hampir tidak mungkin dongeng kancil mencuri timun Pak Tani terulang.

“Tangkap dan Gantung si Kancil”

Halo Mba Nila, sudah kembali ke dunia blog ceritanya? Selamat kalau gitu🙂

Bener banget Mba, dongeng sebelum tidur sangat penting bagi perkembangan anak kecil menjadi manusia. Carl Jung bahkan mengatakan bahwa alam bawah sadar memainkan peran 95% dari kesuksesan manusia.

Oh jadi Bung Bevly mengalami hal yang sama? Hehe. Emang bener mas, susah jaman sekarang mencari penceramah agama yang mampu memberikan siraman rohani yang tidak hanya melulu soal teori agama tapi juga implementasi agama di kehidupan nyata. Saya setuju bahwa Indonesia sebenarnya memiliki banyak cerita klasik yang bagus, terutama dari jaman kerajaan dulu tapi sayangnya tidak dikembangkan.

Jadi Udiot, mari kita tangkap dan gantung Si Kancil!!🙂

penceramah agama yang intelek🙂
ditambah dengan kemampuan berbicara (bukan hanya sekedar bersuara keras)

xixixixix…iya ney sangat miris sekali hati saya ketika mengetahui negeri ini terkorup ke xxxxxx…kenapa bukan negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi ke satu ataue kedua di dunia??

tanya kan pada hati kita masing masing…

tulisan yang menarik semenarik isi kotbah jumatnya….indonesia gituh loh!

*lam kenal!

Dongengnya belum selesai tuh mas, si kancil kan akhirnya ketangkap trus dibikin sate ama dendeng… ueennnakkk…
‘gak diceritain tuntas ya? 😀

kutbah yang menarik dan kontekstual. Salam kenal juga. btw kenapa blognya dikasih nama guebukanmonyet!

ck ck ck…
sangat ironis sekali. GANTUNG MEREKA!!😀😉

Membangun bangsa minimal dari diri sendiri, terus memperbaiki diri, berbuat baik kepada sesama dan saling berbagi ilmu pengetahuan dan wawasan seperti di Blog ini. Thanks sudah mampir ke Blog saya, salam kenal !

wah bener-bener ceramah yang dalam,
terjawab sudah kenapa indonesia gak bisa maju-maju.

sekarang siapa yang ciptain tuh dongeng? tangkap aja

dari dulu gw dah niat seandainya punya anak, gw ga bakal memasukkan Si Kancil dalam kehidupan anak gw…

Oyah? hehe. Sebenernya sich gak papa asal Si Kancil yang tidak licik dan suka menipu.

bener juga ya… kita didoktrin bhw mencuri itu cerdik?? duh tulisan yg bener2 menggugah

bener banget tuh…udah lama sekali kesadaran itu ada di otak gue. bahkan di buku pelajaran bahasa indonesia jaman gue sekolah, selalu ada cerita tentang si Kancil yang “cerdik” (baca: tuti alias tukang tipu). setelah dewasa gue nyadar kalo brain wash itu udah mendarah daging ampe secara (gak) sadar diaplikasikan dalam kehidupan sehari2 bangsa kita ini dalam bebragai sektor (niaga, politik, budaya de el el deehh).

Waktunya buat kita untuk mulai kreatif dan lebih hati-hati membuat dongeng untuk anak cucu kita. Dongeng yang inspiring, encouraging, dan “bener”…

sapa lage kalo bukan kitee??

rd Limosin: Yah, bisa dibilang begitu memang.🙂

Giza: Iya bener banget. Sudah saatnya para anak kecil di Indonesia diberikan dongeng2 yang lebih berbobot yang penuh dengan nilai-nilai positif seperti kejujuran atau pantang menyerah. Ayo donk kita mulai dari sekarang.

dongengnya apa?

hahaha ada ada aja..
lagu-lagu anak2 juga ngerusak banyak yang ngerusak xD hahahaha

OKS BANGET ITU CERITA SAYA JADI INGIN MENIRU BANGSA JEPANG U ANAK DIDIK SAYA

Deniar: You decide🙂

adite: Yeah, you might wanna start making you own song for your kids.

Widodo: Good for you.

shut up!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Read My Articles on

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

About Me

guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. He's a free man with unique thoughts and dreams. He sees his life and this world differently from anyone else. That's because he knows what he wants; and for that reason he doesn't want to be the same. Read why he blogs, here.

Contact Me

guebukanmonyet@gmail.com

Categories

Copyright©2009

All articles and essays were written by guebukanmonyet. Before commenting remember that Life Accepts Differences.
%d bloggers like this: