Guebukanmonyet!

Demokrat VS Republik

Posted on: May 1, 2007

Tidak seperti Indonesia dengan 1001 partainya, Amerika Serikat hanya memiliki dua partai dalam setiap pemilihan umumnya. Sebuah kondisi yang memudahkan masyarakatnya untuk memilih: coblos republik atau demokrat. Presiden Amerika dari partai Republik sejak tahun 1933 adalah Dwight D. Eisenhower, Richard Nixon, Gerald Ford, Ronald Reagan, George H. W. Bush, dan presiden Amerika saat ini George W. Bush. Sementara dari partai Demokrat termasuk Franklin D. Roosevelt, Harry S. Truman, John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson, Jimmy Carter, dan Bill Clinton.

Partai Demokrat dikuasai oleh golongan yang disebut sebagai kalangan Liberal sementara keputusan-keputusan penting di partai Republik disetir oleh golongan mayoritas yang dikenal dengan sebutan kalangan Konservatif. Dua golongan inilah yang memiliki pengaruh terbesar di dunia politik Amerika Serikat dan keduanya selalu saling berkompetisi untuk merebut simpatik publik.

Kalangan atau golongan konservatif adalah kalangan yang agamis dan religius. Mereka hobinya ke gereja setiap hari minggu dan kalau bicara di depan publik seringkali menjadikan kitab suci Injil sebagai referensi. Kaum ini sangat menghargai nilai-nilai tradisional seperti keluarga dan agama. George W. Bush, presiden Amerika saat ini, sering disebut sebagai presiden Amerika paling religius dalam sejarah politik Amerika. Ia pernah diberitakan sebagai presiden pertama yang memasang lagu-lagu gospel di gedung putih. Sebagai kalangan yang “mengaku” sangat menjunjung nilai-nilai tradisional, kaum konservatif sudah pasti anti homoseksual dan lesbian. Kaum Konservatif seperti George W. Bush mati-matian menghalangi terjadinya legalisasi pernikahan sejenis di Amerika.

Sementara kaum liberal yang diwakili oleh partai Demokrat dikenal sebagai kalangan yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Kaum Liberal selalu berada di jajaran paling depan dalam memperjuangkan hak asasi manusia, emansipasi wanita, anti rasisme, hak aborsi bagi wanita, atau pernikahan homoseksual. Sejauh ini kalangan liberal telah berhasil melegalkan pernikahan sejenis di empat negara bagian yaitu Massachusetts, New England, New Jersey, dan New Hampshire. Kalangan liberal selama ini juga dikenal sangat dekat dengan industri film Hollywood yang secara agresif menyebarkan pesan-pesan liberal ke seluruh dunia. Kalangan liberal bisa diibaratkan sebagai kumpulan orang-orang yang doyan dugem dan hura-hura, mereka tidak suka ribut-ribut yang penting happy coi.

Nilai-nilai yang dimiliki oleh kedua golongan ini sangat mempengaruhi pembuatan peraturan-peraturan dalam negeri dan kebijakan-kebijakan luar negeri pemerintah Amerika Serikat. Kebijakan-kebijakan politik Presiden Amerika selalu mengikuti aliran dari salah satu golongan ini. Seorang presiden konservatif sudah pasti akan memperjuangkan peraturan-peraturan yang pro keluarga dan agama sementara presiden dari golongan liberal akan cenderung memperjuangkan hak asasi manusia dan perlindungan kaum lemah. Lalu mana yang lebih baik?

Apabila Anda merasa kaum konservatif lebih baik karena pro nilai-nilai tradisional, tunggu dulu. Karena dengan nilai-nilai tradisionalnya kaum konservatif memiliki kebijakan luar negeri yang lebih kaku dan egois. Kaum konservatif dikenal doyan perang dan main hakim sendiri. George W. Bush suatu ketika pernah menyamakan perang Irak dengan perang salib, sebuah statement yang kemudian cepat-cepat Ia ralat. Sementara di saat yang bersamaan Bill Clinton, mantan presiden dari kalangan liberal, pada 7 November 2001 memberikan pidato di Georgetown University di Washington DC dimana Ia mengingatkan bahwa Amerika harus membayar “dosa” masa lalu: pasukan salib membunuh tanpa belas kasihan orang-orang Yahudi dan Muslim ketika merebut kota Yerusalem, Amerika merupakan sebuah bangsa yang dulu mempraktekan perbudakan, dan bagaimana suku asli Indian dibunuh untuk merebut tanah dan kekayaan alam mereka.

Namun tidak serta merta kalangan liberal lebih baik. Dinesh D’Souza melalui bukunya The Enemy At Home menyalahkan kalangan liberal atas kebencian yang dimiliki negara-negara muslim terhadap Amerika Serikat. Kalangan liberal disalahkan karena terlalu arogan dalam menyebarkan nilai-nilai “kebebasan” yang mereka miliki ke seluruh dunia. Kaum liberal melalui Hollywood dan media lainnya memang pihak yang mengajarkan bahwa rasisme harus dimusnahkan di muka bumi ini tapi di saat yang bersamaan mereka adalah pihak yang membela bahwa pernikahan sejenis adalah hak individu, aborsi adalah hak tiap perempuan di seluruh dunia, dan seks sebelum menikah adalah wajar sehingga mereka berkata, “Parents, give your teens some condoms.”

Jadi, mau coblos yang mana? Pilihan ada di tangan Anda.

17 Responses to "Demokrat VS Republik"

Tja… ik heb geen idee wat je meldt over Republikeinen en Democraten. Maar er is wel iets mis met het tweepartijensysteem in de USA. Namelijk dat er nauwelijks kans op vernieuwing is. Buiten de GOP of de Democraten om, heb je geen kans tot de plitieke macht door te te dringen. Een nieuwe, derde, partij ist geen mogelijkheid. Het systeem zit vast.

( Well… I’ve got no clue wat you did report on Republicans and Democrats. But for sure there is something rotten in the twopartiessystem in the US. Actually one lacks chances for renewal. Outside of the GOP or Democrats one does not have a chance to get political power. A new, third, party is no real option. The system is in a stalemate.)

Pembahasan yang menarik, informatif dan edukatif.

Sebernarnya, di Amerika Serikat jumlah partainya juga banyak, misalnya:

* Constitution Party
* Democratic Party
* Green Party of the United States
* Libertarian Party
* Republican Party
* Dll, lihat http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_political_parties_in_the_United_States

Tetapi yang dominan hanya dua partai seperti yang Tasa sebut.

Perlu ditambahkan bahwa secara geografis, pengikut Partai Demokrat lebih banyak tinggal di kota-kota besar di AS, sedangkan pengikut Partai Republik lebih banyak tinggal di kota-kota kecil dan berprofesi jadi petani. Mereka sering disebut para “red neck”.

Pengikut seperti ini juga yang kadang mempengaruhi kebijakan kedua partai ini.

Salam kenal untuk Tasa, teruslah menulis.

Beni Bevly
http://www.overseasthinktankforindonesia.com/

Kira-kira yang cocok buat Indonesia yang mana yaa??? mmm susah mikirnya soalnya di sini banyak banget partainya… dan gak ada yang jelas visi dan misinya
*sedih*

thx udah berkunjung ke blogku and salam kenal fren…

Thanks komentarnya Bung Bevly dan Co-that.

Memang benar seperti yang Bung Bevly sebutkan bahwa ada lebih dari dua partai di Amerika Serikat tapi mereka hanyalah “tim penggembira” saja. Amerika Serikat menggunakan sistem dua partai dimana dua partai berkuasa selalu memenangi hampir semua pemilihan. Ada beberapa kalangan di Amerika yang merasa sistem politik ini sudah tidak sesuai dengan kondisi Amerika yang semakin beragam, tapi tampaknya hal itu masih menjadi wacana di siang hari bolong karena begitu kuatnya pengaruh partai Republik dan Demokrat di Amerika.

Pendukung kedua partai tersebut menjadikan nilai-nilai yang dijunjung tiap partai sebagai alasan utama mereka untuk memilih, itu mengapa banyak petani yang menjadi pendukung Republik karena mereka pada umumnya adalah kaum tradisional yang family oriented.

allign with bung Beny, i though there are many parties exist in USA, eventhough that only two parties which rules the country. after all, in my opinion, the percentage of USA’s people participate in the vote is only 60% (CMIIW) , that fact shows that democrazy in not in their priority list.

huhu, saya suka sama artikel ini, deskripsi yang singkat dan jelas tentang kedua partai ini, semester kemarin sempet pengen nulis topik serupa juga buat tugas singkat, cuma gak jadi..

anyway, monyet, 1 pertanyaan, if you were an American, which party would you choose?

Choose any devil you like..

Rusle: Interesting opinion, you might be right some Americans don’t feel like voting.

Yuki: A tricky question. But, mmh, although I support conservative values but in this case I’d choose the Democratic party. The Republican party has too many lies and hypocrites.

Zulfi: Yeah you’re right, in politics everyone is a devil.

wahahaha monyet, I was not surprised to know that you would choose Democratic Party..

Just like you, I appreciate conservative values and tradition, thus I think I would probably choose Republican Party..

Despite telling too many lies to Americans, I think they just intended to create a strong and inspiring myth that all Americans can believe in (I think this is the way they spread the hatred toward Islam –> I am not saying this is a good thing) , while in liberal world people always question everything.. Through this myth, they want to unite Americans because they have something in common..

I still think that gay marriage, abortion and those kinds of thing should not be allowed..

However, looking at the Republican’s candidates for next presidential election, I doubt that Republican will win the election. It does not have any qualified candidate with good reputation right now. You mentioned Ron Paul, but I think he is not that popular even in his party, is he? CMIIW

I interviewed some old Republican’s supporters, most of them said that for the very first time in their life, they would choose candidate from Democratic Party for the same reason.

PS: monyet, pesen Abi Bakar waktu tuh dia nanya kok dia gak bisa komen di topik Inconvenient Truth about Islam?

trus loe gak ada tool buat subscribe ke email yak? bakal jarang OL neh.. hehe..

Hey Yuki, I’m kinda surprised myself. I know, it may sound weird for you to know that I’d vote for Democratic Party. We have to respect the movement that the Republican party is conducting, however it’s sad to say that they’re losing their supporters pretty badly right now.

Anyway, yes Ron Paul is indeed not a star in the GOP, he’s actually a Libertarian. I think he’s the only candidate who makes sense, but too bad his voice is too extreme for the mainstream.

Wah, masa gak bisa komen si Abi? Gue gak nge-ban kok, beneran. Hehe. Mungkin waktu itu dia naro link banyak jadi dianggap spam ama wordpress. Sampaikan permohonan maaf gue kalau gitu, bilang gue tunggu diskusinya lagi.

Mmh, boleh juga ide lo. Oke2, gue coba cari buat email subscriber gitu, thanks bro, I’ll let you know.

salam.
saya barangkali lebih memilih demokrat karena mengusung nilai-nilai kemanusiaan yang membebaskan. artinya, tidak ada perbudakan, tidak ada peperangan. semuanya berjalan atas dasar kebebasan namun bertanggung jawab.
saya menduga kalau agama terlalu mendominasi dalam pengelolaan negara, maka akan mudah sekali disalah gunakan. bisa sangat mungkin terjadi apa yang disebut dengan “perselingkuhan antara agama dan negara” untuk kepentingan tertentu saja.
agama bisa dijadikan alat untuk melakukan pembodohan dan pengekangan.
coba saja lihat, pada beberapa negara yang pemerintahannya didominasi oleh spirit agama, tak jarang kebebasan sangat ditabukan bahkan dihancurkan, karena dianggap ancaman bagi langgenggnya pemerintahan.
saya pikir itu saja.
good posting dari tasa.
ahmad

Salam Ahmad. Saya juga condong memilih partai Demokrat sih. Walau mungkin mendukung hal-hal yang dibenci agama tapi kayaknya kok malah lebih bersahabat. Yah, hidup ini memang selalu penuh dengan untung dan rugi.

i’m gonna choose Ron Paul wherever he stands, either Republicans or Democrats.
Obama is Bias, Mccain also which seems so stupid at least in some interviews. Obama is a liar, Big One. eventually he was admitting the war (is on youtube).

gue akan milih calon independen kalo ada, Michael Bloomberg mungkin.

wether Democrats or RepubLics??? i choose to “stand” outside d’Line

scrrrrra none of both partys can stop d’WAR…
(i hate gvrment w/ aLL d’Conspiracy)

Mas setahu saya kaum klonservatif amerika juga menganggap seks pra nikah adalah hal yang wajar!!! Dan masuknya budaya barat ke negara2 timur termasuk Indonesia bkn semata-mata salah demokrat!! Tp juga salah republik!!!

mas tolong bales comment saya!!! Blz ny di forum ini aj ga ush k blog saya!!!

Nice info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Read My Articles on

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

About Me

guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. He's a free man with unique thoughts and dreams. He sees his life and this world differently from anyone else. That's because he knows what he wants; and for that reason he doesn't want to be the same. Read why he blogs, here.

Contact Me

guebukanmonyet@gmail.com

Categories

Copyright©2009

All articles and essays were written by guebukanmonyet. Before commenting remember that Life Accepts Differences.
%d bloggers like this: