Guebukanmonyet!

Valentine’s Day?

Posted on: February 16, 2007

 

Valentine’s Day baru saja lewat atau untuk beberapa orang hari yang spesial itu masih sedang dirayakan dengan berbagai cara mulai dari yang biasa saja, unik, romantis, atau bahkan gila-gilaan. Tidak diragukan lagi bahwa tradisi memperingati hari kasih sayang setiap tanggal 14 Februari merupakan sebuah tradisi orang barat yang saat ini mungkin sudah menjadi budaya atau tradisi sebagian besar masyarakat dunia atau paling tidak masyarakat “modern” dunia. Pada hari Valentine’s setiap orang dianjurkan untuk mengekspresikan rasa sayang dan cintanya kepada orang-orang yang mereka kasihi. Maka tidak heran apabila perayaan Valentine’s Day sangat digandrungi oleh remaja-remaja usia tanggung. Mereka berlomba-lomba menunjukkan rasa sayangya kepada pasangan mereka masing-masing. Bertukaran kado atau hadiah menjadi syarat baku bagi pasangan-pasangan muda di kota-kota besar dunia.

Banyak kalangan di Indonesia yang menghujat keberadaan Valentine’s Day karena merupakan sebuah ritual budaya yang diimpor dari bangsa barat dan juga karena budaya Valentine’s Day berasal dari agama kristen sehingga tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia. Valentine’s Day memang sebenarnya adalah sebuah hari khusus untuk memperingati cinta terlarang seorang pendeta di jaman Romawi. Oleh karenanya setiap kali hari Valentine’s datang banyak kalangan religius dalam negeri yang memperingatkan muda-mudi Indonesia untuk tidak ikut-ikutan merayakannya. Tapi walaupun peringatan seperti itu dari tahun ke tahun semakin meningkat namun kenyataannya semakin banyak juga pasangan remaja yang menjalankan ritual Valentine’s Day. Tapi, apakah memang kita harus menjauhkan diri dari tradisi Valentine’s Day yang diimpor dari dunia barat tersebut?

Menurut penulis tidak ada salahnya apabila generasi muda Indonesia turut memeriahkan peringatan Valentine’s Day setiap tanggal 14 Februari asalkan tidak kebablasan seperti yang dialami muda-mudi di Bangkok, Thailand. Sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah Universitas di Bangkok baru-baru ini menemukan kesimpulan bahwa banyak gadis-gadis di Bangkok yang menganggap hari Valentine’s adalah momen yang tepat untuk melepas keperawanan mereka. Padahal terlalu dangkal apabila peringatan Valentine’s Day hanya diwujudkan melalui pemikiran-pemikiran seperti itu.

Peringatan Valentine’s day merupakan sebuah wujud kepekaan manusia dalam merealisasikan keberadaan prinsip-prinsip kebaikan yang Tuhan telah berikan kepada alam semesta ini. Sejak jaman Firaun hingga Albert Enstein manusia memang selalu disibukkan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip kehidupan dan bagaimana menyebarkan nilai-nilai tersebut. Dalam menyebarkan nilai-nilai kehidupan tersebut manusia menggunakan simbol-simbol fisik dan non fisik. Simbol-simbol fisik bisa dilihat dari megahnya piramid di Mesir, menjulangnya Menara Eiffel di Perancis, dan indahnya Candi Borobudur di Yogyakarta. Bangunan-bangunan tersebut merupakan simbol-simbol fisik yang sengaja dibangun oleh berbagai peradaban dunia sebagai bukti eksistensi mereka di atas bumi ini, sebagai bukti kehebatan dan kejayaan manusia, serta sebagai wujud rasa syukur manusia kepada sang pencipta.

Untuk melengkapi simbol-simbol fisik tersebut manusia tidak lupa menciptakan simbol-simbol non fisik untuk menyempurnakan penyebaran nilai-nilai yang mereka yakini. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan hari-hari khusus untuk mengingatkan manusia akan keberadaan nilai-nilai mulia tersebut. Misalnya umat Muslim merayakan hari raya idul fitri setiap setahun sekali, umat kristen merayakan hari natal tiap tanggal 25 desember, atau umat Hindu dengan hari raya nyepinya. Hari raya idul fitri diperingati setiap tahun untuk senantiasa mengingatkan setiap muslim di seluruh dunia akan kebesaran Tuhan dan mengingatkan betapa pentingnya nilai-nilai mulia seperti saling memaafkan, tolong-menolong, atau membantu yang lemah. Begitu juga hari Ibu, hari anti rokok sedunia, atau hari AIDS sedunia. Masing-masing memiliki misi untuk menyampaikan pesan-pesan khusus kepada seluruh umat manusia.

Dibalik sejarah bahwa hari Valentine’s datang dari budaya barat, Valentine’s Day juga memiliki misi khusus yaitu untuk menyebarkan cinta kepada seluruh umat manusia. Valentine’s Day mengingatkan kita bahwa cinta diperlukan di dalam kehidupan ini. Cinta ada untuk disebarkan dan dirasakan, tidak hanya untuk pasangan tapi juga untuk orang tua, teman, saudara, atau pun guru. Tentu bukan berarti cinta hanya perlu disebarkan pada hari Valentine’s. Keberadaan peringatan hari Valentine’s yang hanya terjadi pada 14 Februari (setahun sekali) menjadikannya sebagai sebuah simbol spesial yang layak untuk dinanti. Alasan yang sama juga berlaku pada hari-hari peringatan lainnya sehingga Anda tidak akan pernah mengalami peringatan natal setahun dua kali hingga kapan pun.

Peringatan Valentine’s Day setidaknya jangan dilihat terlalu berlebihan. Lihat saja nilai dasar yang ingin disampaikan: CINTA. Itu saja sudah cukup!

 

15 Responses to "Valentine’s Day?"

^___^ wahhh blog kamu “menggigit”..
Saya suka gaya bahasa Anda…

Yup.. saya kawan Wahid..
namaku Ade…
Salam kenal…

Love…Love…Love

so, loe sendiri kapan mendapatkan cinta loe sa?!??!!? hehehe…

Bagaimana dengan Anda bung hp? apakah Anda sudah menemukan cinta itu? apakah Anda berniat untuk menjadi single selamanya?🙂

Sekali lagi, saya mendapatkan kemiripan perspektif antara Anda dan saya, Tasa😉. I wrote a similar thing in my blog here

Gw dari dulu gx pernah mau ngerayain valentine.. Apalagi khusus bwt cowok..
Tapi itu semua kembali ke elo semua ko’

Quoted from guebukanmonyet:

Lihat saja nilai dasar yang ingin disampaikan:…

Setuju sekali, sudah terlalu banyak hari-hari khusus yang sudah ‘dikomersialkan’, sehingga tujuan aslinya sudah hilang sama sekali (kasus di Bangkok, contoh ekstrim yang baik tentunya)!!! Terlepas dari asalnya (budaya barat, mars ataupun venus), kalau memang tujuannya baik, pantas untuk diingat kan?

valentine’s day cuma gombal2an nya orang marketing:mrgreen:

disclaimer: tapi Tasa enggak kok😆

Valentine’s Day….?
Menurut gw tetep hari biasa yang dilewatin, dijalanin.
Kalo memang ntu hari hari ksih sayang se-dunia…sudah seharusnya juga saudara2 kita yang cuma dapet jatah zakat se-tahun sekali juga turut mendapatkan kasih sayang. Jikalau hari itu emang pentiiing…
Seharusnya…. kalo hari itu dianggap hari besar/hari raya. (Think?)

Gw sendiri ngga ngerayain hari itu. Karena itu bukan wajib. Tapi, itu mungkin adalah hari intinya kasih sayang kali ya?atau bisa dibilang pusatnya hari dari seluruh hari yang dilewati untuk mencurahkan kasih sayang.

Itu hak semua orang, mau ngerayain atau ngga.
Satu kata….. “TERSERAH” …..

Bang Badi kalo valentine day suka ngajak makan si pacar, maklum gue doyan makan. Hahaha.

yang penting, kalo hari raya jangan buang2 duit waktu tenaga pikiran tanpa mendapatkan arti dan makna dari hari tersebut.

sumpah tulisan lo keren abezzz ( lebai ga siy g… )
g stujuh ma lo, emang yg namanya valentine itu ga hrs berlebai2 kyk org buleeeee….
kitakan org timur bok…

Rusdy: Benar sekali bung, kenapa kita mesti anti kalau tujuannya baik.

Yonna: bener banget, begitu juga hari2 “penting” lainnya. Semuanya dibesar-besarkan oleh para marketer supaya pada beli deh tuh barang-barang mereka. Well, semua juga cari makan sich.

Izmi: Hari Valentine cuma menjadi pengingat betapa pentingnya rasa kasih sayang bagi kita semua.

Bang Badi: Makan2 emang enaaak!

Areta: Hemat pangkal kaya! Betul sekali.

mimi: Thanks buat dukungannya.

actualky gw sukA samA bahasa lo yg sanggup bikin kram perut(?)tp lo ga bisa ngebawa nama agama dengan iringan kata2 yg bisa menimbulkan perang.

Salam. Pa kabar semua teman-teman di blog mas Tasa..hehe. pa kabar mas Tasa. masih kenal kan saya ahmad yang masih menjadi TKI…jujur banget nih gue…
Oke deh, mengenai Valentine, saya pikir ini merupakan budaya dari luar. dan dianggap sebagai hari kasih sayang. jadi semacam peringatan atau memperingati hari-hari yang special karena punya sejarahnya.

Dan memang sih, dalam menyambutnya, orang-orang disetiap negara sangat berbeda-beda dalam mengekspresikan kasih syang. ada yang bertukar kado, bunga yang berwarna merah, coklat, bahkan sampai ke prilaku seks. dan itu semua dianggap sebagai alat ekspresi kasih sayang.

Saya pikir, kayaknya gak sreg jika kita harus mengikuti valentine days dengan cara seperti itu apalagi ditengah-tengah masyarakat yang kenah musibah kemiskinan dan banjir juga.

alangkah indahnya jika orang sepasang kekasih menemui panti-panti jompo dan berbagi kasih dengan mereka yang justru membutuhkan. atau membuat acara dan program dimana kumpulan dari orang-orang yang berpasangan tersebut memberikan apa yang mereka miliki untuk anak-anak jalanan yang membutuhkan. jadi valentine day ini punya dampak sosial yang bisa dirasakan juga oleh orang-orang lapis bawah dengan cara yang elegan dan beradab.

dengan demikian, kita harus punya definisi yang lebih mencerahkan dan tidak sekedar ikut membebek begitu saja. dengan kratifitas lah, kita benar-benar bisa menikmati kemanusian kita.
saya pikir itu saja dari saya, dan mohon masukan dari teman-teman.
ahmad Tki saudi arabia.

gw setuju soal pendapat bahwa valday ga mesti dirayain pas tgl 14 februari dengan pacar, karena klo klian semua ngerayain sm keluarga yang jelas moment tu malah terasa indah banget.kebahagian dan kebersamaan terbesar dalam hidup adalah mempunyai keluarga yang bisa sayang sm kita dan yang bisa membahagiakan kita.gw harap setiap manusia tiap harinya harus punya rasa kasih sanyang ga cm pas moment valday aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Read My Articles on

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

About Me

guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. He's a free man with unique thoughts and dreams. He sees his life and this world differently from anyone else. That's because he knows what he wants; and for that reason he doesn't want to be the same. Read why he blogs, here.

Contact Me

guebukanmonyet@gmail.com

Categories

Copyright©2009

All articles and essays were written by guebukanmonyet. Before commenting remember that Life Accepts Differences.
%d bloggers like this: